Tagihan listrik menjadi pengeluaran rutin setiap bulan karena listrik menjadi kebutuhan dalam kehidupan seseorang. Pastinya tagihan listrik yang murah tentu didambakan banyak orang, maka membangun rumah hemat listrik sebaiknya menjadi suatu pertimbangan.

Lantas, bagaimana cara membangun rumah hemat listrik? Simak penjelasan dari ahli berikut ini.


Arsitek Denny Setiawan mengatakan tarif listrik bisa naik kapanpun. Salah satu solusinya adalah dengan membuat rumah yang konsumsi energinya tidak terlalu besar.


Tips Bangun Rumah Hemat Listrik


1. Maksimalkan Ventilasi




"Maksimalkan ventilasi alami sebagai pengganti pengudaraan buatan. Kalau bisa rencanakan bangunan yang di dalamnya bisa mendapatkan cross ventilation (atau) ventilasi silang supaya (udara) panasnya tertiup ke luar, kita mendapat angin yang sejuk," ujar Arsitek Denny Setiawan.


Pemilik rumah dapat memaksimalkan ventilasi dengan menggunakan jalusi bagian atas, pintu geser, dan jendela swing agar angin masih bisa masuk rumah. Lalu, pastikan setiap ruangan memiliki ventilasi.



Menurutnya, banyak ventilasi di rumah bisa membuat penghuni rumah merasa nyaman di dalam rumah, meski udara tidak sampai terasa dingin. Hal ini membantu meminimalisir penggunaan mesin AC, sehingga dapat menghemat listrik.


Ia menambahkan bagi yang khawatir akan masalah polusi ataupun nyamuk masuk ke dalam rumah, bisa melakukan langkah antisipasi. Misalkan menumbuhkan tanaman anti nyamuk seperti lavender atau memasang air purifier.



2. Hindari Bukaan Besar ke Arah Barat



"Sebisa mungkin menghindari membuka bukaan terlalu besar di arah barat karena pada siang atau sore hari, daerah di wilayah barat itu cenderung panas karena matahari terbenam di barat," imbuhnya.


Jika rumah menghadap barat, Arsitek Denny Setiawan menyarankan membuat kisi-kisi atau sun shading yang menghalau panas matahari dari arah barat. Hal ini merupakan ranah arsitek untuk merancang rumah dengan estetika yang tepat menggunakan kisi-kisi.


Ia mengatakan rumah dengan banyak bukaan seperti jendela dan pintu baik untuk ventilasi udara. Namun, tetap batasi bukaan pada sisi rumah yang menghadap ke arah barat.


Arsitek Denny Setiawan menyarankan agar tidak membuat bukaan terlalu besar pada sisi rumah yang menghadap ke arah mata angin barat. Ia menjelaskan wilayah tersebut cenderung panas karena matahari terbenam di barat.


Udara dari arah barat membuat rumah terasa panas, sehingga pemilik perlu menyalakan AC. Justru untuk menghemat listrik, penggunaan AC mesti diminimalisir.


3. Manfaatkan Tumbuhan





"Maksimalkan potensi penghawaan alami lewat pohon supaya nggak terlalu panas, karena untuk isu tentang penghematan listrik nggak bisa nggak kita bicara tentang bagaimana menghemat penggunaan AC karena 70% dari energi listrik yang digunakan sebuah rumah asalnya dari AC," katanya.


4. Maksimalkan Pencahayaan Alami




Kemudian, maksimalkan pencahayaan matahari dengan jendela. Pastikan setiap ruangan mempunyai jendela supaya kamar tidak membutuhkan penerangan tambahan dari lampu di siang hari.


Sedangkan, pada malam hari bisa menggunakan lampu secukupnya dengan penerangan yang tepat. Misalkan untuk ruang belajar atau steril dapat menggunakan lampu berwarna 4000 Kelvin agar tidak mengantuk. Lalu, kamar tidur bisa dengan lampu 3000 Kelvin yang tidak terlalu terang tetapi tetap nyaman.


5. Kekurangan Jendela





Kemudian, ia sangat menganjurkan banyak bukaan seperti jendela agar angin bisa masuk dan membuat rumah terasa sejuk. Namun, tetap hindari bukaan besar di sisi barat.


"Menggunakan atau mem-block dinding terlalu masif karena takut cahaya matahari itu juga jadi salah karena akhirnya angin tidak dapat masuk ke dalam," katanya.


Selain membuat ruangan terasa adem, jendela penting agar ruangan mendapat pencahayaan alami. Ia mengatakan setiap ruangan harus memiliki jendela supaya tidak gelap.



6. Plafon Tinggi




Menurut Arsitek Denny Setiawan, rumah dengan plafon tinggi berpotensi membuat tagihan listrik jadi mahal. Hal ini kalau pemilik rumah menggunakan AC untuk mendinginkan ruangan besar tersebut.


"Plafon tinggi itu katanya rumah akan menjadi adem, tapi kalau kita pakenya masih pengudaraan buatan (AC), otomatis dia (AC) akan bekerja lebih keras karena harus mendinginkan lebih banyak space," jelasnya.


Jika menggunakan AC di rumah, Ia menyarankan memilih AC yang sesuai dengan ukuran ruangan.


7. Matikan Alat Elektronik Saat Tidak Digunakan



Menghemat listrik dengan mencabut kabel


Mematikan semua alat elektronik yang tidak digunakan di rumah merupakan cara yang sangat ampuh untuk menghemat listrik dan mengurangi tagihan secara signifikan.


Jangan biarkan peralatan elektronik kamu tetap terhubung dengan stop kontak listrik jika sudah selesai menggunakannya. Mulailah membiasakan diri untuk selalu mencabut kabel yang tidak terpakai.


8. Cabut Steker Pengisi Daya Baterai



Cabut colokan listrik steker yang tersambung di socket atau terminal.


Siapa nih yang setelah mengisi daya baterai ponsel hingga penuh lalu membiarkan kabelnya tetap terhubung dengan stop kontak ? 


Stop melakukan hal itu ya, Ruppers! Kabel yang masih terhubung dengan stop kontak saat tidak terpakai tetap akan mengalirkan arus listrik loh. Jadi, jika ingin menghemat listrik, hindari kebiasaan ini ya.


9. Gunakan lampu led ke satu ruangan 




Lampu LED lenih hemat karena memiliki travo 240 watts hampir tidak panas dan hemat 50%.


Namun pada tahun 2000-an, bola lampu hemat energi tiba di rumah-rumah dalam bentuk lampu fluoresen kompak (CFL).


Tdak lama kemudian, bohlam light emitting diode (LED) atau lampu LED mengambil alih sebagai pemimpin dalam pencahayaan hemat energi.


Departemen Energi Amerika Serikat memperkirakan bahwa jika Anda mengganti lima bola lampu yang paling sering digunakan dengan lampu LED, Anda dapat menghemat sekitar 45 dollar AS atau setara dengan sekitar Rp 655.000 per tahun. 


10. Dinding Berwarna Gelap




Selanjutnya, Arsitek Denny Setiawan meyakini pemilihan warna rumah akan mempengaruhi pencahayaan lampu yang dibutuhkan.


"Warnanya kalau misalnya terlalu gelap, otomatis kita membutuhkan lampu yang lebih banyak, sehingga kita harus jadi lebih boros menggunakan lampu sehingga cahayanya lebih banyak," pungkasnya.


11. Memasang Panel Surya




"Pemilik rumah juga boleh mempertimbangkan teknologi solar panel, karena pada prinsipnya siang hari sinar matahari bisa dipanen sebagai sumber energi listrik menggantikan listrik konvensional di siang hari. Dan juga kalau kita pakai baterai, malam hari bisa punya cadangan listrik. Rasanya ini teknologi yang semakin lazim," katanya.


12. Gunakan Alat Saver Listrik Atau Mcb



Alat saver listrik dapat menyimpan tenaga listrik sebesar 20% dan tidak panas, jika terjadi arus berlawanan maka akan otomatis mati.


Sikring lebih panas karena menggunakan kabel dengan arus di dalam batu putih. Jika ingin lebih hemat lagi gunakan alat yang tidak panas terhadap arus listrik dan memiliki travo atau daya watt.



Listrik sangat penting untuk menjalankan berbagai kegiatan, termasuk di dalam rumah. Tentunya rumah hemat listrik menjadi dambaan banyak orang karena bisa menekan tagihan listrik.

Akan tetapi, tak jarang bangunan rumah justru membuat boros listrik. Nah, penting sekali memperhatikan karakteristik rumah yang mesti dihindari biar nggak tagihan listrik membengkak.


Itulah beberapa ciri-ciri rumah yang bisa bikin boro listrik. Semoga bermanfaat!